SMA N 115 JAKARTA

Senin, 23 April 2012

http://www.facebook.com/mita.salihah/posts/2606059009130?ref=notif&notif_t=like#!/mita.salihahtakdir adalah sesuatu yang sudah terjadi,,, masa depan kita kita yang memilih...
oleh karena itu takdir adalah akhir dari sebuah usaha...
bergantung pada niat dan keyakinan...
dan yakinlah bahwa takdir allah adalah yang terbaik, karena allah mencintai umatnya.
dan kupercaya tak ada yang lebih baik dari ini, apanya yang bahagia dan kau percaya tak akan ada cerita dalam sebuah rahasia...
lupakan saja dan jangan pernah kau kembali di sini keringkan semua luka pergilah saja berlarilah karena kau akan ku lupakan...

Jumat, 06 April 2012

Seluruh Nafas Ini

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Kita telah lewati rasa yang telah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

Di saatku tertatih (saat ku tertatih)
Tanpa kau di sini (tanpa kau di sini)
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini

Dan ini yang terakhir aku menyakitimu
Ini yang terakhir aku meninggalkanmu
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

Ini yang terakhir dan ini yang terakhir
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

Jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
Kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini



Kamis, 08 September 2011


Rabu, 10 Agustus 2011

karya pertama ku

Nama : Mita Salihah

Kelas : XII-IPA

Sekolah : SMA N 115 JAKARTA

Bukan cinta dan cita biasa

Aku adalah seorang gadis yang biasa-biasa saja, tidak jenius dan tidak bodoh, tidak cantik dan tidak jelek, tidak tinggi dan tidak pendek. Keluargaku pun biasa saja, bukan milyader dan bukan gembel, bukan keluarga terpandang bukan juga keluarga tercela, aku bukan anak tunggal maupun anak bungsu, aku memiliki satu kaka laki-laki dan satu adik perempuan, kaka laki-laki ku berusia 20 tahun dan sedang mengenyam pendidikan di Universitas Jakarta, sedangkan adik perempuanku masih berusia 10 tahun dan bersekolah disebuah SD negri tak jauh dari rumah. Orang tuaku pun masih lengkap mereka bekerja dalam satu kantor, aku mempunyai satu ibu dan satu ayah, nenek dan kakekku pun masih ada dan tinggal tak jauh dari rumahku, mereka adalah tempatku biasanya mencurahkan segala kelu kesah ku. Di sekolah aku bukan termasuk murid yang jenius ataupun bodoh, aku juga bukan termasuk murid pembuat onar ataupun murid berprestasi, aku juga bukan termasuk anak yang cupu atu gaul, aku juga bukan termasuk anak yang suka terlambat ke sekolah ataupun anak yang terlampau pagi untuk datang ke sekolah, aku sendiri pun terbiasa berkata biasa sehingga teman-temanku menjuluki ku mrs. Biasa. Kehidupan agama ku pun biasa, aku bukan seorang ustadzah dan aku juga bukan seorang kafir.

Pasti kalian berfikir bahwa kehidupanku jenuh dan membosankan,tapi menurutku itu biasa karena aku biasa. Sampai pada akhirnya kehidupanku menjadi tak biasa, pada suatu malam ketika aku hendak tidur telfon ku bergetar, aku langsung menghampiri telfonku yang aku letakan di atas meja di samping ranjang kasurku, ku dapati satu pesan ku buka dan ternyata pesan dari nomor asing. Perlahan ku baca pesan singkat itu dan ternyata pesan tersebut dari seorang teman sekelasku, Tian. Sebenarnya aku tidak begitu mengenalnya.

Tian : lo punya nomer yudith ?

Aku : gg punya, emang kenapa ?

Tian : gpp

Aku : oh !

Tian : iya

Demikianlah pembicaraan singkatku dengannya melalui peasn singkat.

Keesokan harinya aku memberitahu Yudith tentang pesan Tian semalam, ternyata Tian sendiri tidak berkata apa-apa kepada Yudith, kalian pasti berfikir Tian sedikit mencurigakan bukan. Tapi pikirku saat itu biasa, malam berikutnya Tian mengirim pesan kepadaku lagi.

Tian : udah tidur brlom ?

Aku : belom, kenapa ?

Tian : lagi apa ?

Aku : ngumpul sama keluarga, lo sendiri ?

Tian : gw sendiri di rumah, enak banget ya lo bisa ngumpul sama keluarga lo.

Aku : mang kenapa ?

Tian pun bercerita panjang mengenai kehidupannya, kehidupannya bukan kehidupan biasa seperti kehidupanku. Dia adalah anak tunggal, kedua orang tuanya sibuk bekerja setiap hari, keluarganya termasuk keluarga terpandang dan kaya, kakek dan neneknya jauh di Kalimantan.

Hari demi hari hampir setiap hari aku berkirim pesan dengannya, namun ada yang tidak biasa dengan hubungan ku dengannya,walu aku dan dia begitu akrab di telfon tapi di kelas dia tidak pernah menyapa ku, akupun sama aku tak pernah menyapanya, bagaimana bisa aku yng menyapanya terlebih dahulu, aku wanita aku gengsi dan malu pikir ku saat itu. Aku selalu dan hanya bisa memandanginya dari kursiku, saat dia bermain dengan teman-temannya, saat dia terdiam di kursi belakang tanpa ku tahu ada apa dengannya, saat dia tertawa dengan lepasnya, wajahnya yang cukup tampan tentu akan mempesona setiap wanita yang melihatnya maka tidak salah jika di sekolah di memiliki banyak mantan pacar, cara berjalannya yang begitu santai berbanding terbalik dengan kehidupannya yang begitu tidak biasa, dia sering kali bolos sekolah , pernah suatu hari ibunya datang ke sekolah sambil menangis tersedu-sedu dia bercerita bahwa sudah beberapa hari Tian tidak pulang ke rumah tanpa memberi kabar apapun, dia juga sering terlambat masuk sekolah.

Kring . . . kring . . . kring . . . bel sekolah berbunyi, aku tetap di dalam kelas karena hari ini kelas ku ulangan geografi aku sibuk membaca dan mempelajari materi ulangan,lagi pula pagi tadi aku sudah sarapan, ibu trbiasa menyiapkan sarapan untuku dan untuk seluruh keluarga juga tentunya. Sesaat setalah selasai ulangan seorang teman mengejutkanku dan memberitahuku bahwa ada kaka kelas yang bertanya mengenai ku kepadanya dan dia diperintahkan untuk menyampaikan salam untuku, dalam sekejap hatiku menjadi dag dig dug dan bingung, dan bahagia, setalah pusing menjalani ulangan aku diberi kabar bahagia seperti ini, bagaikan keluar dari gurun yang begitu panas dan tidak ada air menuju ke sebuah desa di pagi hari, banyak bunga bermakaran, semilir angin yang begitu sejuk khas pedesaan yang seolah tak ingin aku lewatkan. Setelah beberapa hari beredar gosip bahwa aku adalah pacar kaka itu, setiap geng kaka itu melewati kelas ku mereka selalu memanggil-manggil namaku, banyak tatapan-tatapan aneh yang menatapku setiap aku melangkah, bagaimana tidak kaka itu mempunyai banyak penggemar, dia adalah bintang basket, pandai bernyanyi, tubuhnya tinggi bagaikan malaikat yang turun dari surga, tatapan matanya begitu tajam walau aku sendiri pun belum pernah bertatapan langsung degannya. Aku sendiri tak tahu pasti mengapa bisa ada gosip seperti itu , memang beberpa waktu yang lalu aku dan dia pernah berhubungan di facebook, aku mengomentari status nya, memang di situ kami terlihat begi yang sebettulnya kami sendiri sesungguhnya belum saling mengenal. Namun menurutku itu biasa saja dan tidak bisa di jadikan satu alasan tepat untuk di jadikan sebuah gosip, apalagi sampai di kabarkan aku berpacaran dengannya, menurut ku itu terlalu berlebihan.

Kring . . . kring . . . alrm ku berbunyi, bukannya bangun bodohnya aku justru melanjutkan tidurku, kring. . .kring . . . sekali lagi alarm kumenyala membangunkanku, betapa terkejutnya aku,ku lihat jendela luar rumah cahaya matahari sudah memancarkan sinarnya. Setelah selesai mandi dan ganti pakaian aku segera bergegas menuju sekolah, oh no telat. Ini adalah pertama kalinya aku terlambat sampai ke sekolah, mimpi apa aku semalam, oh tuhan. Tak berapa lama terdengar suara bising motor, apa kalian tahu siapa yang mengendarai motor tersebut, ya Tian. Bukan hanya aku dan Tian sja yang terlambat tapi juga banyak anak lain yang terlambat juga, murid yang terlambat biasanya tidak di perbolehkan masuk jam pelajaran pertama di kelas, kami pun menunggu di depan sekolah sambil dieri pengarahan dari guru kesiswaan, bukannya mendengarkan pak guru yang sedang memberikan pengarahan aku justru terus memandangi wajah Tian hingga pada suatu saat mataku dan matanya saling bertemu, aku jadi teringat sebuah lagu dari boysband idolaku sm*sh :

pernah ku malu pada hatiku tapi mengapa kini seolah cinta

(seolah cinta) tlah ku genggam

ada cinta yang ku rasakan saat bertatap dalam canda

ada cinta yang kau getarkan saat ku resah dalam harap

oh indahnya

Tuhan ku ingin tahu semoga semua ini (segalanya)

bukan hanya rasa, rasaku saja, rasaku sendiri

tetapi aku kecewa karena setelah beberapa saat dia justru menunduk seolah tak berani menatapku lagi.

Hari sudah malam , tak berapa lama telfon genggam ku berdering ternyata pesan dari Tian, Tian mulai bertanya-tanya mengenai keadaanku, bodohnya aku aku justru bercerita kepadanya mengenai kaka itu, aku bercerita padanya bahwa kaka itu di gosipkan menyukaiku. Sejak saat itu aku tak pernah lagi berkirim pesan dengannya apalagi bertatapan mata dengannya, di sekolah pun aku tak pernah bertegur sapa, tentu saja aku begitu sedih dan merasa kehilangan. Aku tak pernah bercerita pada siapa pun mengenai kedekatan ku denagn tian, aku fikir hubungan ku dengannya belum pasti. Untuk memperjelas semuanya aku bertanya kepada kaka itu melalui facebook .

Aku : ka loe ngomong apa sama temen-temen loe ?

Kaka : ngomong apa ?

Hah sunggunh menyebalkan,tidak mungkin kan aku bertanya apakah dia menyukaiku, memalukan. Ya sudah aku hanya bisa diam, ku fikir jika dia benar-benar menyukai kudia akan datang padaku dan menyatakan perasaannya padaku. Apa yang terjadi sampai dia lulus sekolah tak pernah dia menghampiriku apalagi menyatakan perasaannya padaku. Namun sisa-sisa gosip itu masih tersisa sampai sekarang, banyak kaka kelas yang mengenaliku karena gosip itu, saat aku berjalan melewati kelasnya pun aku menemukan di pintu dan jendeka kelas tertulis nama ku dan namanya,sungguh memalukan.

Seiring dengan kelulusan kaka itu Tian pun tak pernah muncul lagi di sekolah, entah kemana dia pergi . Setelah setahun berlalu , aku tetap sja memikirkan Tian. Aku tak pernah lagi mendengar kabar tentangnya. Hanya cinta biasa jika berakhir seperti itu bukan ? Aku sudah bosan dengan hidup biasa, pikirku.

Aku ingin pergi ke masa lalu

Meninggalkan semua kehidupan jenuhku saat ini

Aku ingin mewarnai hidupku

Bukan hanya dengan warna hitam dan putih

Tetapi juga dengan warna merah muda

Ya . . . cinta yang ku rindukan

Dan tak bisa ku dapatkan

Itulah sepenggal puisi yang kuciptakan saat aku teringat akan masa lalu ku dengan Tian, betapa bodohnya aku dan betapa cueknya aku, tuhan telah mempertemukan kita selebihnnya kita lah yang harus memperjuangkannya. Jika aku di beri kesempatan untuk mendapatkan cinta aku akan menerimanya dengan tidak biasa-biasa saja, aku akan memperjuangkannya.

Malam ini aku putuskan untuk kelur rumah sebentar, aku menonton sebuah pertunjukan musik. Sesampainnya di sana aku langsung menempati tempat paling depan, acara pun di mulai kulihat sesososk anak laki-laki yang sepertinya ku kenal, Tian. Ya itu adalah Tian , dia begitu tampan dan mempesona di atas panggung sana, membawakan lagu ala kpop sebuah boysband sambil melenggang lenggokan tubuhnya. Sebenarnya aku pun pernah bercita-cita menjadi penari lagu kpop, aku pernah membuat puisi yang berjudul mimpi, kalian ingin tahu ? ini dia :

Aku bermimpi menjadi penari dan berkeliling dunia

Melenggang lenggokan tubuhku

Melompat ke kanan dan ke kiri

Terhanyut dalam alunan musik penuh nada

Bukan menjadi manusia baku

Yang hanya mengenal satu nada

Dan dua warna merah dan putih

Aku ingin melihat bendera kaya warna

Dunia sesungguhnya

Aku sudah membulatkan tekadku, seusai pertunjukan akan tidak langsung pulang. Ya aku menunggu Tian keluar dari gedung tersebut, segera ku panggil Tian saat dia berjalan di depan ku. Aku ungkapkan semua perasan dan keluh kesah ku padanya. Tian pun mengerti perasaan ku dan ternyata perasaan Tian terhadap ku pun sama, akhirnya kami memutuskan untuk bersama. Akhirnya kisah cintaku degannya berakhir jelas dan terjawab sudah bahwa Tian sesungguhnnya juga mencintai ku, hanya saja dia adalah orang yang cinta damai ketika itu dia tidak berani mendekati ku lagi karena dia berfikir bahwa kaka itu benar-benar menyukai ku. Tian juga menceritakan alasannya pindah sekolah, orangtuanya memindahkannya ke sekolah yang lebih dekat dengan rumahnnya agar lebih mudah mengontrol Tian dan agar Tian tidak sering terlambat masuk sekolah.

Setelah lulus SMA aku dan Tian memutuskan untuk pergi ke Korea dan kuliah di sana, kami mengambil jurusan seni. Di Korea terdapat banyak boys band dan girls band, dengan menempuh pendidikan di sana kami aku akan lebih mudah mengenal dan mempelajari tarian kpop ala boys band dan girls band korea. Tian lah yang menyemangati ku untuk menggapai cita-cita ku sebagai penari musik kpop dan berkeliling dunia. Aku fikir dengan menjalani semuanya bersama Tian akan lebih mudah. Kami berdua pun bertekad menjadi anggota boys band dan girls band mencapai cita-cita kami sebagai penari yang diiringi musik kpop yang enerjik dan berkeliling dunia.

Rabu, 20 Juli 2011

The different

The different

Mom, dad, tell me when I was born

When I has out from the spirit world

That past a nice mother’s womb

Cry and next cry in the childbirth room

And I lay on the nurse hand

For cleans my dirty blood

After it you wears me a white cloth

I come to the mom’s hug and drinks her milk

Father seems smile look his new child

Open my eyes to know all things

This is my new place that’s name the world

A years after it I changes to the teen

More that has I knew till a sex

My cloths not a baby and take a milk again

Now a black t-shirt and long trousers

Get a tattoo and have some piercings

Know with some girls and feel a broken heart

For finish it I take a beer and some ciggarets

Not like ago just find a pour and mom

Listen a children songs now a devil songs

Whats your story also like this ??

A joke but sometimes destruction by step

Yes the world beautiful first

But move to darkness and hard to know at the end

translate :

Perbedaan

Ibu, ayah, katakan saya ketika saya lahir

Ketika aku telah keluar dari dunia roh

Bahwa seorang ibu masa lalu bagus's rahim

Menangis dan menangis berikutnya di ruang melahirkan

Dan aku berbaring di sisi perawat

Untuk membersihkan darah kotor

Setelah itu Anda memakai saya kain putih

Aku datang untuk memeluk ibu dan minum susu nya

Bapa sepertinya tersenyum melihat anak baru

Membuka mata saya untuk mengetahui segala sesuatu

Ini adalah tempat yang baru saya bahwa nama dunia

Beberapa tahun setelah itu saya perubahan pada remaja

Lebih banyak yang aku tahu sampai seks

Kain saya tidak bayi dan mengambil susu lagi

Kini t-shirt hitam dan celana panjang

Dapatkan tato dan memiliki beberapa tindikan

Kenal dengan beberapa gadis dan merasa patah hati

Untuk menyelesaikannya saya mengambil bir dan beberapa ciggarets

Tidak seperti yang lalu hanya menemukan menuangkan dan ibu

Dengarkan lagu anak-anak sekarang menjadi lagu setan

Whats cerita Anda juga seperti ini?

Sebuah kehancuran lelucon tapi kadang-kadang demi langkah

Ya dunia indah pertama

Tapi pindah ke kegelapan dan sulit untuk mengetahui pada akhirnya

Senin, 18 April 2011